Orang Palestina di Luar Negeri: “Saya merasa tersesat”

Solidaritas Palestina di London, Inggris. (Foto; dok. bdsmovement.net)

Greater Palestine -- Diya Hasheem, wanita Palestina berusia 23 tahun yang belajar di Siprus, merasa dirinya tersesat.

Sejak awal Maret 2020, ketika virus corona baru ini menyebar dengan cepat ke seluruh dunia dan negara-negara mulai memulangkan warganya, ia telah berupaya mencari bantuan pemerintah untuk kembali ke rumahnya di Yerusalem Timur yang diduduki. Namun, tanpa hasil.

Hasheem yang mempelajari perdagangan internasional mengatakan, ia pertama kali menghubungi Kedutaan Palestina untuk dipulangkan, tetapi tidak ada tindakan apa pun dari pihak Kedutaan.

Sebagai warga negara non-Israel, Hasheem memegang paspor Yordania, jadi ia kemudian menghubungi Kedutaan Yordania, tetapi ia diberi tahu bahwa kasus-kasus lain lebih diutamakan.
"Saya merasa bingung," kata Hasheem kepada Al Jazeera, Sabtu, 23 Mei 2020.

"Saya bukan prioritas negara mana pun dan ini adalah bagaimana ketika menjadi warga Yerusalem," katanya. (Palestiner/RudiHendrik)

Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar