Greater Palestine - Tiga sandera wanita Israel yang ditawan oleh pejuang Palestina menunjukkan kemarahannya kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Dalam video yang dirilis di jejaring sosial Hamas tersebut, sejumlah
tahanan Zionis yang ditahan oleh (Brigade Izzuddin) Al-Qassam mengirimkan pesan
kepada Netanyahu dan pemerintah Zionis.
Para wanita tersebut menuduh Perdana Menteri gagal mengambil
tindakan pada tanggal 7 Oktober, gagal menghentikan pembantaian Hamas dan kini
gagal menyelamatkan para sandera dengan memberlakukan gencatan senjata.
Wanita-wanita tersebut diidentifikasi bernama Yelena
Tropanov, Danielle Aloni, dan Rimon Kirscht.
Tropanov diculik pada 7 Oktober dari Kibbutz Nir Oz bersama
ibunya, putranya, dan pacar putranya. Suaminya dibunuh.
Kirsht diculik dari Kibbutz Nirim bersama suaminya. Aloni
diculik dari Nir Oz bersama putrinya, saudara perempuannya, saudara iparnya,
dan dua keponakan kembarnya.
“Bawa kami kembali sekarang! Netanyahu telah gagal secara politik dan militer. Sehari sebelum kemarin ada diskusi tentang gencatan senjata dan pembebasan semua orang, tapi Netanyahu mundur,” kata salah satu sandera wanita dalam video yang dirilis oleh kelompok pejuang Palestina.


0 komentar:
Posting Komentar