Video: Sandera Israel Marah kepada Netanyahu




Greater Palestine - Tiga sandera wanita Israel yang ditawan oleh pejuang Palestina menunjukkan kemarahannya kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Pejuang Palestina Hamas merilis sebuah video pada Senin (30/10) yang menunjukkan tiga wanita Israel yang diculik dan disandera. Mereka dengan marah meminta Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk membebaskan mereka "sekarang juga".

Dalam video yang dirilis di jejaring sosial Hamas tersebut, sejumlah tahanan Zionis yang ditahan oleh (Brigade Izzuddin) Al-Qassam mengirimkan pesan kepada Netanyahu dan pemerintah Zionis.

Para wanita tersebut menuduh Perdana Menteri gagal mengambil tindakan pada tanggal 7 Oktober, gagal menghentikan pembantaian Hamas dan kini gagal menyelamatkan para sandera dengan memberlakukan gencatan senjata.

Wanita-wanita tersebut diidentifikasi bernama Yelena Tropanov, Danielle Aloni, dan Rimon Kirscht.

Tropanov diculik pada 7 Oktober dari Kibbutz Nir Oz bersama ibunya, putranya, dan pacar putranya. Suaminya dibunuh.

Kirsht diculik dari Kibbutz Nirim bersama suaminya. Aloni diculik dari Nir Oz bersama putrinya, saudara perempuannya, saudara iparnya, dan dua keponakan kembarnya.

“Bawa kami kembali sekarang! Netanyahu telah gagal secara politik dan militer. Sehari sebelum kemarin ada diskusi tentang gencatan senjata dan pembebasan semua orang, tapi Netanyahu mundur,” kata salah satu sandera wanita dalam video yang dirilis oleh kelompok pejuang Palestina.




Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar