Rudi Hendrik Novel - Jan Egeland, Kepala Dewan Pengungsi Norwegia (NRC), mengumumkan bahwa Iran mendeportasi lebih dari 3.000 pengungsi Afghanistan dalam satu hari.
Ia memperingatkan bahwa para imigran tersebut tidak memiliki
sumber daya untuk memulai kembali hidupnya di Afghanistan. Sementara di
Afghanistan sudah ada jutaan orang sangat membutuhkan bantuan. Khaama Press
melaporkan.
Dalam sebuah unggahan di X (sebelumnya Twitter) pada Ahad (19/1),
Jan Egeland menyatakan bahwa orang-orang yang dideportasi menyeberang ke
Afghanistan melalui perbatasan Islam Qala.
Egeland selanjutnya menjelaskan bahwa Dewan Pengungsi
Norwegia dan organisasi-organisasi lain memberikan bantuan dan konseling kepada
para migran yang dideportasi di perbatasan. Namun, banyak migran yang
mengatakan kepadanya bahwa mereka tidak punya apa-apa untuk kembali di
Afghanistan dan terpaksa memulai hidup baru dari awal.
Egeland juga bertemu dengan beberapa migran yang dideportasi
pada sehari sebelumnya.
Egeland menunjukkan bahwa 22 juta orang di Afghanistan
membutuhkan bantuan dasar, tetapi masyarakat internasional sebagian besar
mengabaikan krisis di negara tersebut.
Baru-baru ini, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM)
melaporkan bahwa lebih dari 1,2 juta migran Afghanistan telah kembali ke tanah
airnya dari Iran pada tahun 2024. Organisasi tersebut juga menambahkan bahwa
67% dari migran itu dideportasi secara paksa. []
Sumber: Mi’raj News Agency (MINA)


0 komentar:
Posting Komentar