*Sembilan Ketukan*
Eko Subagyo kembali
melanjutkan tidurnya. Berbeda dengan Sutrisno yang sulit tidur karena
memikirkan ketukan pintu barusan.
Sutrisno: Kenapa Eko
enggak penasaran ada orang yang mengetuk pintu rumahnya? (Bicara dalam hati)
Sutrisno: Kira-kira siapa
yang usil banget? Mana tengan malam begini.
Tok tok tok! (3X)
Sutrisno:
Astaghfirullah!
Sutrisno terkejut
karena kembali terdengar suara ketukan di pintu depan.
Sutrisno: Siapa sih?
(Lirih)
Sutrisno segera
bangun dan pergi ke jendela samping pintu.
Sutrisno tanpa ragu
segera menyingkap tirai jendela dan melongok di kaca, melihat ke depan pintu
dan sekitarnya.
Kali ini, Sutrisno
sempat melihat belakang tubuh seseorang yang bergerak masuk ke kegelapan di
halaman rumah.
Sutrisno: Oooh begitu
rupanya. Habis mengetuk langsung lari. (Bicara sendiri)
Sutrisno menengok
melihat ke jam dinding. Ternyata sudah pukul 01.30 WIB. Sutrisno menghampiri
Eko di sofa.
Sutrisno: Ko, Ko,
bangun! Bangun, Ko!
Eko: Kenapa sih?
(Kesal)
Sutrisno: Ada orang
yang mengetuk pintu lagi.
Eko: Oooh. Hahaha!
Sutrisno: Kok kamu
malah ketawa sih?
Eko: Terus, maunya
bagaimana?
Sutrisno: Ada orang
yang ngetuk-ngetuk pintu rumah kamu tengah malam begini, kamu kok malah enggak
peduli, malah ketawa?
Eko: Habis mau
bagaimana? Itu sudah sering saya dengar.
Sutrisno: Sudah
sering kamu dengar? Maksud kamu, kamu juga sering dengar ada yang ngetuk pintu?
Eko: Iya. Hampir tiap
malam.
Sutrisno: Kenapa kamu
enggak bilang?
Eko: Saya sudah
bilang tadi. Biarin saja, enggak usah dihiraukan.
Sutrisno: Wah, parah
parah parah! Kenapa kamu enggak bilang kalau ketukan itu juga sering kamu
dengar. Jadi saya bisa enggak usah kepo.
Eko: Hahaha! Ya
sudah, tidur saja. Biarin saja, kalau ada yang ngetuk lagi, enggak usah
diurusin.
Dengan kesal hati,
Sutrisno kembali ke kasurnya dan berusaha tidur. (RH)


Orang apa bukan yang ngetuk pintu?
BalasHapuseng ing eng............
Hapus