"Sembilan Ketukan"
Keesokannya,
pekerjaan renovasi rumah Eko Subagyo kembali dilanjutkan. Sutrisno sempat
bertanya lagi tentang ketukan pintu tadi malam.
Sutrisno:
Ko, memang seringa da yang ngetuk pintu seperti semalam begitu?
Eko
tersenyum lebar sebelum menjawab.
Eko: Iya,
sering. Makanya saya enggak hiraukan. Kerjaan orang-orang iseng. Orang-orang
iseng pengangguran.
Sutrisno:
Ooh, gitu rupanya. Ada-ada saja. Tapi nanti malam saya mau tangkap orangnya.
Eko:
Hahaha!
Mereka
berdua kembali bekerja seperti hari kemarin, hingga pekerjaan hari itu selesai.
Pada malam harinya, mereka kembali tidur sekitar jam yang sama seperti tadi
malam, jam 12.
Sutrisno
menggelar kasusnya di bawah jendela kaca di samping pintu.
Sutrisno:
Ko, saya tidur di sini ya.
Eko: Oh,
kamu mau mergokin orang yang ngetuk, ya?
Sutrisno:
Iya. Saya mau tahu orangnya.
Eko: Oh, ya
sudah.
Setelah
itu, mereka berdua benar-benar sudah sangat mengantuk. Eko tidur di sofa,
Sutrisno tidur di bawah jendela.
Setelah
mereka tertidur satu jam. Tiba-tiba ….
Tok tok
tok!
Tiba-tiba
terdengar suara ketukan, tetapi bukan di pintu, melainkan di jendela, tepat di
atas tubuh Sutrisno.
Sutrisno yang
memang menunggu suara ketukan itu, jadi lebih sensitif saat tidur. Pada tiga
ketukan pertama, ia langsung melek terbangun.
Tok tok
tok!
Sutrisno
bangun duduk, bersiap melongok ke jendela yang tinggi bagian bawahnya hanya
seperut.
Sutrisno:
Nanti pas ketukan terakhir, saya akan lihat. (Bicara dalam hati)
Tok tok
tok!
Sutrisno:
Ayo ketangkap, kamu!
Sutrisno
langsung menyingkap tirai jendela pada tiga ketukan ketiga.
Sutrisno:
Apa itu? (Bicara dalam hati)
Sutrisno
termundur menarik wajahnya karena terkejut. Ia langsung melihat sebuah wajah di
balik kaca jendela. Pikirannya sejenak loading untuk memastikan apa yang ada di
balik kaca jendela.
Sutrisno:
Ini apa, ya? (Bicara dalam hati)
Sutrisno
melihat kepala yang wajahnya berwarna hitam pekat. Tingginya sejajar dengan
tingginya yang sedang duduk.
Sutrisno:
Ini mukanya siapa sih? Laki-laki atau perempuan?
Tiba-tiba
sosok di luar jendela bangun berdiri.
Sutrisno:
Aaak!
Sutrisno
menjerit ketakutan sambil refleks mundur dari duduknya sehingga terjengkang.
Sutrisno:
Astaghfirullahal ‘azhim! (3X)
Sosok yang
dilihat oleh Sutrisno adalah seorang perempuan berambut panjang seperti kunti,
tetapi wajahnya berwarna hitam semua.
Wess!
Sosok
perempuan itu tiba-tiba pergi melesat seperti terbang, tidak berjalan.
Sutrisno berubah pucat ketakutan dan begitu merinding. (RH)


Perasaan dr awal cm ada Eko sama Sutrisno, kenapa tiba-tiba badan Wahyu? 😁
BalasHapusWah kok lolos?
Hapus