Sosok Pengetuk, Bab5 "Sembilan Ketukan"


"Sembilan Ketukan"

Keesokannya, pekerjaan renovasi rumah Eko Subagyo kembali dilanjutkan. Sutrisno sempat bertanya lagi tentang ketukan pintu tadi malam.

Sutrisno: Ko, memang seringa da yang ngetuk pintu seperti semalam begitu?

Eko tersenyum lebar sebelum menjawab.

Eko: Iya, sering. Makanya saya enggak hiraukan. Kerjaan orang-orang iseng. Orang-orang iseng pengangguran.

Sutrisno: Ooh, gitu rupanya. Ada-ada saja. Tapi nanti malam saya mau tangkap orangnya.

Eko: Hahaha!

Mereka berdua kembali bekerja seperti hari kemarin, hingga pekerjaan hari itu selesai. Pada malam harinya, mereka kembali tidur sekitar jam yang sama seperti tadi malam, jam 12.

Sutrisno menggelar kasusnya di bawah jendela kaca di samping pintu.

Sutrisno: Ko, saya tidur di sini ya.

Eko: Oh, kamu mau mergokin orang yang ngetuk, ya?

Sutrisno: Iya. Saya mau tahu orangnya.

Eko: Oh, ya sudah.

Setelah itu, mereka berdua benar-benar sudah sangat mengantuk. Eko tidur di sofa, Sutrisno tidur di bawah jendela.

Setelah mereka tertidur satu jam. Tiba-tiba ….

Tok tok tok!

Tiba-tiba terdengar suara ketukan, tetapi bukan di pintu, melainkan di jendela, tepat di atas tubuh Sutrisno.

Sutrisno yang memang menunggu suara ketukan itu, jadi lebih sensitif saat tidur. Pada tiga ketukan pertama, ia langsung melek terbangun.

Tok tok tok!

Sutrisno bangun duduk, bersiap melongok ke jendela yang tinggi bagian bawahnya hanya seperut.

Sutrisno: Nanti pas ketukan terakhir, saya akan lihat. (Bicara dalam hati)

Tok tok tok!

Sutrisno: Ayo ketangkap, kamu!

Sutrisno langsung menyingkap tirai jendela pada tiga ketukan ketiga.

Sutrisno: Apa itu? (Bicara dalam hati)

Sutrisno termundur menarik wajahnya karena terkejut. Ia langsung melihat sebuah wajah di balik kaca jendela. Pikirannya sejenak loading untuk memastikan apa yang ada di balik kaca jendela.

Sutrisno: Ini apa, ya? (Bicara dalam hati)

Sutrisno melihat kepala yang wajahnya berwarna hitam pekat. Tingginya sejajar dengan tingginya yang sedang duduk.

Sutrisno: Ini mukanya siapa sih? Laki-laki atau perempuan?

Tiba-tiba sosok di luar jendela bangun berdiri.

Sutrisno: Aaak!

Sutrisno menjerit ketakutan sambil refleks mundur dari duduknya sehingga terjengkang.

Sutrisno: Astaghfirullahal ‘azhim! (3X)

Sosok yang dilihat oleh Sutrisno adalah seorang perempuan berambut panjang seperti kunti, tetapi wajahnya berwarna hitam semua.

Wess!

Sosok perempuan itu tiba-tiba pergi melesat seperti terbang, tidak berjalan.

Sutrisno berubah pucat ketakutan dan begitu merinding. (RH)

Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

2 komentar: