*Siksa Dari Gunung*
Ketika Lisa sedang
digotong, mereka bertemu dengan seorang bapak-bapak.
Lelaki itu memakai
kaos putih polos dan celana pendek.
Bapak-Bapak: Itu
temannya kenapa?
Rina: Enggak tahu,
Pak. Ini dari sana.
Bapak itu lalu
melihat kondisi Lisa.
Bapak-Bapak: Oh ini
mah sudah bukan dia.
Rina: Pak, tolong,
Pak. Sembuhin dia. Kita janji kok, kalau dia sudah sadar, kita bakalan turun.
Bapak-Bapak: Enggak
bisa, anak ini keras, egois.
Rina: Ya udah, Pak,
mau kayak gimanapun, dia tetap teman saya. Tolong sadarin, Pak.
Bapak itu justru
jalan sambil buang ludah, seolah benci kepada Lisa.
Ketika bapak itu
meludah, Rina melihat di sebuah batu ada dupa yang dikelilingi beberapa batang
rokok warna hitam. Rokok-rokok itu bergerak bangun berdiri sendiri.
Rina: Heh! Kok
rokoknya berdiri! (Kaget)
Elang: Sudah, enggak
usah dilihatin! Sembuhin ini dulu!
Rina: Gue enggak
tahu, A’, bagaimana nyembuhinnya.
Rina lalu berbisik
kepada Lisa.
Rina: Sa, istighfar
dong, elu ke sini ‘kan mau naik gunung, mau jalan-jalan.
Rina: Pokoknya, siapa
pun yang ada di dalam tubuhnya Lisa, saya minta maaf kalau saya salah.
Rina mencoba berbagai
cara, termasuk mencoba menotok dadanya lagi seperti sebelumnya. Namun, Lisa
tidak bangun dan tangannya masih kaku.
Sementara itu, cuaca
mulai turun gerimis. Rina takut jika Lisa akan mengalami hipotermia.
Elang: Coba
ketuk-ketuk pundaknya. Kalau seandainya sukmanya keluar, bisa balik lagi.
Rina: Enggak bisa,
A’. Tadi sudah gue ketuk, tapi enggak bisa.
Elang: Coba
belakangnya!
Rina lalu mencoba
melakukan arahan kakaknya. Rina menekan beberapa titik lainnya, kakinya,
belakang dengkul, dan lainnya.
Tidak lama, Lisa
akhirnya sadar.
Lisa: Uhhuk uhhuk!
(Batuk)
Rina: Sa, turun aja,
yuk! Soalnya ini sudah enggak beres banget nih. Kita enggak bakalan bisa sampai
atas.
Lisa: Bisa, Rin. Gua
yakin. (Sambil menangis)
Melihat Lisa
menangis, Rina jadi ikut terbawa menangis.
Lisa: Naik aja, Rin.
Enggak apa-apa kok. Pasti lu nanti bakalan kangen lagi naik gunung sama gue.
Rina tidak mau
berpikir aneh-aneh.
Rina: Ya sudah, mungkin
ini bakal jadi pengalaman buat naik gunung lain, nanti bareng Lisa. (Dalam
hati). (RH)
-------------------------------------
A: Kisah ini
berdasarkan kisah nyata yang diceritakan di channel YouTube “Prasodjo
Muhammad”, yang disadur dengan mengganti nama tokoh dan beberapa bagiannya.


0 komentar:
Posting Komentar