Bakalan Kangen, Bab9 Siksa Dari Gunung


*Siksa Dari Gunung*

Ketika Lisa sedang digotong, mereka bertemu dengan seorang bapak-bapak.

Lelaki itu memakai kaos putih polos dan celana pendek.

Bapak-Bapak: Itu temannya kenapa?

Rina: Enggak tahu, Pak. Ini dari sana.

Bapak itu lalu melihat kondisi Lisa.

Bapak-Bapak: Oh ini mah sudah bukan dia.

Rina: Pak, tolong, Pak. Sembuhin dia. Kita janji kok, kalau dia sudah sadar, kita bakalan turun.

Bapak-Bapak: Enggak bisa, anak ini keras, egois.

Rina: Ya udah, Pak, mau kayak gimanapun, dia tetap teman saya. Tolong sadarin, Pak.

Bapak itu justru jalan sambil buang ludah, seolah benci kepada Lisa.

Ketika bapak itu meludah, Rina melihat di sebuah batu ada dupa yang dikelilingi beberapa batang rokok warna hitam. Rokok-rokok itu bergerak bangun berdiri sendiri.

Rina: Heh! Kok rokoknya berdiri! (Kaget)

Elang: Sudah, enggak usah dilihatin! Sembuhin ini dulu!

Rina: Gue enggak tahu, A’, bagaimana nyembuhinnya.

Rina lalu berbisik kepada Lisa.

Rina: Sa, istighfar dong, elu ke sini ‘kan mau naik gunung, mau jalan-jalan.

Rina: Pokoknya, siapa pun yang ada di dalam tubuhnya Lisa, saya minta maaf kalau saya salah.

Rina mencoba berbagai cara, termasuk mencoba menotok dadanya lagi seperti sebelumnya. Namun, Lisa tidak bangun dan tangannya masih kaku.

Sementara itu, cuaca mulai turun gerimis. Rina takut jika Lisa akan mengalami hipotermia.

Elang: Coba ketuk-ketuk pundaknya. Kalau seandainya sukmanya keluar, bisa balik lagi.

Rina: Enggak bisa, A’. Tadi sudah gue ketuk, tapi enggak bisa.

Elang: Coba belakangnya!

Rina lalu mencoba melakukan arahan kakaknya. Rina menekan beberapa titik lainnya, kakinya, belakang dengkul, dan lainnya.

Tidak lama, Lisa akhirnya sadar.

Lisa: Uhhuk uhhuk! (Batuk)

Rina: Sa, turun aja, yuk! Soalnya ini sudah enggak beres banget nih. Kita enggak bakalan bisa sampai atas.

Lisa: Bisa, Rin. Gua yakin. (Sambil menangis)

Melihat Lisa menangis, Rina jadi ikut terbawa menangis.

Lisa: Naik aja, Rin. Enggak apa-apa kok. Pasti lu nanti bakalan kangen lagi naik gunung sama gue.

Rina tidak mau berpikir aneh-aneh.

Rina: Ya sudah, mungkin ini bakal jadi pengalaman buat naik gunung lain, nanti bareng Lisa. (Dalam hati). (RH)

-------------------------------------

A: Kisah ini berdasarkan kisah nyata yang diceritakan di channel YouTube “Prasodjo Muhammad”, yang disadur dengan mengganti nama tokoh dan beberapa bagiannya.


Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar