Kisah Minuman Terakhir Seorang Tukang Bakso

Ilustrasi tukang bakso. (Kompasiana.com)
(RajaDumay.com) --- Mabuk lagiii.... ah, mabuk lagi....

Dulu sering mendengar lagu itu sebagai ungkapan keluh kesah seorang wanita bersuamikan seorang pemabuk.

Namun jarang mendengar jika ada seorang tukang bakso menjadi pemabuk, atau baru kali ini membaca cerita nyatanya.

Adalah Ngatmin, pria sekaligus seorang suami dan ayah berusia 45 tahun, bekerja sebagai penjual bakso keliling warga Bligi RT 018, Desa Jekawal, Kecamatan Tangen, Sragen, Jawa Tengah.

Namun Ngatmin indekos di Kampung Mojo Wetan RT 001/RW 002, Kelurahan Sragen Kulon, Sragen.

OkeZone.com menceritakan, Ahad malam (20 September 2015) Ngatmin pulang berjualan bakso sekitar pukul 24.00 WIB.

Tetangga indekosnya yang bernama Ajid (33 tahun) masih sempat dibuatkan semangkuk bakso yang dipesannya. Usai itu, Ngatmin masuk kamar dan lampu dimatikan.

“Setelah itu saya juga masuk kamar. Saya tidak tahu apa yang dilakukan Ngatmin. Biasanya sehabis pulang jualan bakso, Ngatmin pergi main sampai dini hari. Ya, tahunya mabuk,” kata Ajid.
(Baca juga: Naas, Isterinya Diintip Tapi Zulfikar yang Ditusuk)

Menjelang waktu Subuh, tetangga indekos Ngatmin yang lain, yaitu Bangkit (22 tahun) asal Klaten merasa terganggu tidurnya oleh suara dengkuran yang tidak biasa. Suara dengkuran itu ternyata dari kamar Ngatmin.

“Kami melihat darah pada busa itu saat disorot senter dari luar kamar, karena tidak ada yang berani masuk. Pemilik indekos datang setelah Shalat Subuh. Saat itu pintu kamar terkunci dengan kaki Ngatmin,” kata Bangkit.

Warga langsung menghubungi keponakan Ngatmin yang kebetulan pulang kampung, termasuk menghubungi anak perempuan Ngatmin yang berusia 19 tahun. Atas sepengatuan pihak keluarga, pintu indekos Ngatmin dibuka dan Ngatmin didapati dalam kondisi tidak bernyawa.

Setelah diperiksa dokter, jenazah bapak dari empat anak itu dibawa ke RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen.

“Kebiasaannya memang sering mabuk. Kami tidak tahu penyebab kematiannya. Pada malam hari saat pulang jualan masih sehat-sehat saja. Yang jelas busa itu bisa menunjukkan penyebab kematiannya. Apa karena kebanyakan minum alkohol atau apa saya tidak tahu,” kata Bangkit.

Seorang dokter setempat yang enggan disebut namanya menyatakan penyebab kematian Ngatmin belum diketahui.

“Saya hanya memastikan kondisi orang itu sudah meninggal dunia atau belum. Saya kira tidak ada busa. Ya yang namanya orang banyak pendapatnya seperti itu. Mungkin karena sering mengonsumsi alkohol. Kalau saya menduga meninggalnya wajar,” kata dokter itu saat ditemui di kediamannya.

Keponakan korban, Wartono, juga membenarkan bila Ngatmin sering mabuk-mabukan sepulang jualan bakso.

“Saya tidak tahu aktivitasnya semalam karena saya pulang kampung. Saya baru tahu kabar itu setelah dihubungi teman di indekos,” ujarnya.

Kapolsek Sragen, AKP Agung Ari Purnomo, mewakili Kapolres Sragen AKBP Ari Wibowo, mengatakan kematian warga Jekawal itu diduga karena serangan jantung.


Demikianlah akhir perjalanan hidup seorang tukang bakso yang merangkap jadi tukang minum. Semoga jadi pelajaran.

(Sumber: OkeZone.com)
Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar