Telegram Andalan ISIS Komunikasi dan Rekrut Anggota

(Cryptocoinsnews.com)
(RajaDumay.com) --- Aplikasi Telegram menjadi aplikasi penting bagi Islamic State (ISIS/Daesh) dalam dua bulan terakhir.

Aplikasi pesan ini digunakan ISIS untuk berkomunikasi dengan para anggotanya, serta mempromosikan dan merekrut anggota baru.

Telegram diciptakan dua tahun lalu oleh Nikolai Durov dan Pavel Durov yang berpusat di Berlin, Jerman.

Aplikasi langsung mendunia, karena menawarkan cara berbagi pesan yang sangat aman. Pesan itu bisa berupa teks, video, suara, dan foto.

ISIS menggunakan Telegram saat mengklaim bertanggung jawab atas serangan di Paris pada 13 November, juga kecelakaan pesawat komersil Rusia di Sinai pada 31 Oktober 2015.

Penyedia aplikasi Telegram menutup 78 akun atau saluran yang digunakan ISIS. Saluran tersebut tersedia dalam 12 bahasa. Namun segera setelah penutupan, saluran-saluran baru pun langsung muncul.

“Kami merasa sangat terganggu saat mengetahui bahwa saluran publik Telegram digunakan oleh ISIS untuk menyebarkan propaganda,” demikian pernyataan Telegram.

Menurut Rita Katz, direktur Bethesda, beberapa di antara puluhan saluran ISIS berhasil menarik 16 ribu follower.

Bethesda adalah sebuah layanan pemantau ekstremis SITE Inteligence Group yang berpusat di Maryland, Amerika Serikat.

Berbeda dengan Twitter yang sudah menutup ribuan akun terkait ISIS, Telegram masih membiarkan kelompok militan tersebut memiliki saluran aktif hingga Rabu, 18 November. Namun dalam laman resmi Telegram dinyatakan, mereka sudah berusaha memblokir saluran milik ISIS.


(Sumber: Republika)
Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar