![]() |
| Helikopter yang mengevakuasi TKW Indonesia Casih binti Waan keluar dari Deir Ez-Zor. (Foto: KBRI Damaskus) |
(RajaDumay.com) --- Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Damaskus baru-baru
ini berhasil mengeluarkan dan menyelamatkan seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) dari
wilayah konflik Deir Ez-Zor, yang terkepung.
TKW itu bernama Casih binti Waan asal Subang, Jawa Barat. Pada
akhir Desember 2015 lalu, KBRI di Damaskus menerima permohonan dari majikannya
untuk memulangkan dia.
Casih bekerja di Suriah sejak 2011 dan telah menyelesaikan
kontrak kerjanya di wilayah konflik Deir Ezzor. Namun, perjalanan darat keluar
dari Deir Ezzor diputus dan dikepung oleh kelompok Islamic State (ISIS/Daesh)
dan oposisi Suriah lainnya.
Hingga saat ini, ibukota Provinsi Deir Ezzor merupakan salah
satu wilayah yang masih dikuasai pasukan rezim Suriah di wilayah timur yang berbatasan
dengan Irak. Demikian Mi’raj islamic
News Agency (MINA) mengutip dari Pensosbud KBRI Damaskus, Selasa (26/1).
| Casih binti Waan dari Subang, Jawa Barat, selamat dari daerah konflik Suriah. (KBRI) |
Sejak perang saudara meletus di Suriah, Deir Ezzor merupakan
salah satu wilayah paling parah sekaligus medan perang paling berat antara
Angkatan Bersenjata Suriah dengan oposisi Free Syrian Army (FSA), ISIS, serta
Jabhat Al-Nusra.
Sejak 2014, ISIS berhasil menguasai hampir 80% wilayah
Provinsi Deir Ezzor, sedangkan 20% sisanya dikuasai rezim Suriah, yakni di
wilayah sekitar pangkalan militer dan kota Deir Ezzor.
Sebelumnya, setelah mempelajari berbagai alternatif evakuasi,
pada 6 Desember 2015, KBRI mengirim nota diplomatik kepada Pemerintah Suriah
agar dapat mengeluarkan Casih dari Deir Ezzor menggunakan fasilitas militer
Suriah.
Selanjutnya, KBRI melakukan pendekatan kepada Kementerian
Luar Negeri dan Kementerian Dalam Negeri Suriah agar memerintahkan Kepala
Kepolisian Suriah Wilayah Timur bekerja sama dengan Komando Militer Deir Ezzor untuk
mengevakuasi Casih dengan menggunakan helikopter ke wilayah aman di kota
Hasakah.
Setelah diinapkan selama kurang lebih satu pekan di sebuah
hotel di Hasakah, Casih diterbangkan ke Damaskus menggunakan penerbangan swasta
Suriah.
Dia berada di shelter KBRI di Damaskus sejak 14 Januari
2016.
Setelah urusan administratif keimigrasiannya selesai, maka
yang bersangkutan akan segera direpatriasi ke Indonesia.
(Sumber: MirajNews.com/id)


0 komentar:
Posting Komentar