![]() |
| Ratusan warga Iran protes di depan Kedutaan Arab Saudi di Teheran, Sabtu malam, 2 Januari 2016. (Foto: Atta Kenare/Getty Images) |
(RajaDumay.com) --- Ratusan warga Iran menyerang dan
membakar kedutaan Arab Saudi di Teheran utara yang telah dijaga ketat oleh polisi.
Aksi itu sebagai reaksi kemarahan
karena dieksekusimatinya pemimpin Syiah Arab Saudi, Nimr Al-Nimr, oleh Kerajaan
Arab Saudi.
Menurut wartawan dari tempat
kejadian, situasi memburuk ketika salah satu pengunjuk rasa melemparkan bom molotov
ke gedung kedutaan. Mi’rajIslamic News Agency (MINA) memberitakannya.
"Kerumunan besar orang
bergegas menuju gerbang pintu masuk gedung melewati dan mendorong pasukan
polisi dan berhasil memecahkan pintu gerbang," kata Sadra Saeidian,
wartawan M.News. "Pengunjuk rasa memasuki gedung, memecahkan kaca
dan menghancurkan furnitur."
Pengunjuk rasa yang marah juga menurunkan
bendera Arab Saudi dari kedutaan.
Terjadi pula ledakan gas di gedung
kedutaan, menyebabkan kerusakan berat ke area parkir dan lantai pertama
bangunan, tapi tidak ada korban jiwa.
Pasukan polisi bisa menangani
situasi dan mengevakuasi para demonstran dari gedung setelah pasukan keamanan tambahan
dikerahkan.
Lihat video:
Beberapa jam sebelumnya, ribuan
pesan dan gambar disebar di media sosial Iran dan menyerukan aksi protes di
depan kedutaan Arab Saudi.
Banyak orang dari semua lapisan
masyarakat berkumpul di depan konsulat Arab Saudi di timur laut kota Masyhad, provinsi
Khorasan Razavi.
Para pengunjuk rasa di Mashhad
meneriakkan slogan-slogan menentang rezim Arab Saudi dan menurunkan bendera konsulat
untuk menunjukkan kemarahan mereka.
Sebelumnya di Arab Saudi, Kementerian
Dalam Negeri Kerajaan mengumumkan eksekusi
ulama Syiah Sheikh Nimr Al-Nimr bersama 46 tersangka terorisme lainnya,
termasuk pemimpin Al-Qaeda Faris Al-Zahrani.
Berita eksekusi itu memicu
kemarahan banyak kalangan, terutama pemerintah dan rakyat Iran.
Komandan Polisi Teheran, Sajedinia
yang berada di tempat kejadian mengatakan kepada wartawan tentang penangkapan
beberapa pengunjuk rasa. (Rudi Hendrik)
(Sumber: MirajNews.com/id)


0 komentar:
Posting Komentar