![]() |
| Wanita-wanita Yazidi jadi korban perkosaan dan budak ISIS. (Foto: REX) |
(RajaDumay.com) --- Pasukan Kurdi Peshmerga di Irak bekerjasama dengan Unit
Perlindungan Shingal (YBS) berhasil membebaskan 31 warga sipil Yazidi yang
diculik lebih setahun yang lalu oleh kelompok Islamic State (ISIS/Daesh).
Dikutip dari Mi’raj Islamic News Agency (MINA)
pada Ahad (6/3), pasukan gabungan itu masuk ke pusat penahanan milik ISIS di
perbatasan Suriah-Irak pada Jumat (4/3).
"Sebuah unit khusus dari Peshmerga dan YBS menyerbu
pusat penahanan untuk ISIS dekat kota al-Hawl," kata Juru Bicara Unit
Patriotik Kurdistan (PUK) di Shingal (Sinjar), Ahmed Shingali.
Shingali mengatakan, operasi gabungan itu dilakukan setelah
menerima informasi yang menyatakan bahwa ISIS menahan sejumlah warga sipil
Yezidi di lokasi yang ditargetkan.
Pasukan Kurdi masuk ke pusat penahanan setelah bentro dengan
militan ISIS.
"Empat anggota ISIS tewas dalam bentrokan," kata
Juru Bicara Peshmerga, Jabbar Derwalli kepada ARA News, dan menambahkan bahwa
dua pejuang Peshmerga dan anggota YBS terluka dalam operasi itu.
"Korban penculikan yang dibebaskan termasuk 22
perempuan dan sembilan anak-anak," kata sumber itu," tambahnya.
Pada Agustus 2014, ISIS menguasai Shingal, menyebabkan
perpindahan massa hampir 400.000 warga sipil Yazidi ke Duhok dan Erbil, di
Kurdistan Irak. Sementara puluhan ribu warga Yazidis tetap terperangkap di
Gunung Sinjar, mengalami pembunuhan massal, penculikan dan pemerkosaan di
tangan ISIS. Lebih 3.000 wanita Yazidi telah diambil oleh kelompok radikal
sebagai budak.
Setelah lebih satu tahun pendudukan ISIS, wilayah
Yazidi di Shingal dibebaskan pada November oleh pasukan Peshmerga yang didukung
oleh perlindungan udara koalisi pimpinan Amerika Serikat.
(Sumber: Mirajnews.com/id)


0 komentar:
Posting Komentar