![]() |
| Pengungsi di Kamp Jungle Calais berdemo. (Foto: Philippe Huguen/AFP/Getty Images) |
(RajaDumay.com) --- Bentrokan meletus antara polisi anti huru-hara Perancis dengan pengungsi dan migran di
Kamp “Jungle” di pinggiran Calais, Perancis.
Bentrokan pecah di saat otoritas penertiban mulai menghancurkan tempat
penampungan sementara di kamp darurat tersebut.
Pada Senin malam, polisi melemparkan tabung gas air mata kepada penduduk kamp yang memprotes
pembongkaran. Sekitar 20 pekerja
pembongkaran bergerak merobohkan gubuk-gubuk pengungsi dengan tangan dan
buldoser.
Reporter AFP Perancis melaporkan, saat malam tiba, 150 penduduk kamp melemparkan batu dan memukul
kendaraan
yang menuju Inggris di jalan
pelabuhan di samping kamp. Sebagian pengungsi memegang batangan besi.
Beberapa truk dan mobil diblokir oleh penduduk kamp di jalan raya.
Bentrokan juga melibatkan aktivis yang membentuk barisan keamanan untuk
melindungi para pengungsi dari tembakan gas air mata.
Setelahnya, tidak ada laporan cedera. Pihak berwenang mengatakan telah
menangkap tiga orang.
Sebelumnya, sekitar 20 gubuk darurat habis terbakar dalam sebuah reaksi kemarahan
pengungsi, ketika pekerja yang dijaga oleh puluhan polisi Perancis mulai merobohkan
tenda dan tempat penampungan.
Sementara bentrokan berlanjut sepanjang sore hari.
"Anda dapat melihat bahwa para pengunjuk rasa tidak ragu-ragu membakar
tenda dan tempat penampungan atau melemparkan batu ke arah polisi," kata
Direktur Kabinet Pemerintah Daerah Etienne Desplanques kepada Al Jazeera.
(Sumber: Mirajnews.com/id)


0 komentar:
Posting Komentar