![]() |
| Warga Dadap, Kec. Kosambi, Kabupaten Tangerang, turun berunjuk rasa tolak penggusuran rumah warga oleh Pemda Tangerang, Rabu, 27 April 2016. (Foto: Rudi Hendrik/MINA) |
(RajaDumay.com) - Lebih seribu warga Dadap, Kec. Kosambi, Kabupaten Tangerang
turun ke jalan menolak penggusuran rumah warga, mereka hanya setuju penutupan
lokalisasi.
Aksi Rabu pagi itu diikuti oleh kaum lelaki, para wanita
hingga anak-anak dari warga Dadap Gili, Kel. Dadap, Kec. Kosambi. Mereka
membawa berbagai spanduk yang menyatakan penolakannya terhadap penggusuran dan
penuntutan hak-hak mereka.
Pimpinan aksi masyarakat, H. Misbah mengatakan, masyarakat
menuntut penjelasan yang jelas dan
transparan dari Bupati Kabupaten Tangerang.
“Kami mendukung dengan adanya program pemerintah untuk
menutup lokalisasi. Bahkan kami sendiri yang sudah tutup, tapi kenapa pembongkaran
merembetnya ke warga. Ini yang kami belum jelas dan belum transparan, apa
alasan Bupati,” ujar H. Misbah kepada Mi’rajIslamic News Agency (MINA) di lokasi unjuk rasa.
Dalam berkomunikasi dan bernegosiasi dengan pemerintah dan
keamanan, masyarakat yang mayoritas kalangan nelayan tersebut diwakili oleh tim
tokoh masyarakat yang disebut Tim 21.
Di saat warga bertahan di jalan utama kampung Dadap Gili,
Tim 21 yang mewakili tiga RW tersebut bernegosiasi di Kelurahan Dadap terkait
teknis penyampaian surat teguran SP1 kepada masyarakat yang rumahnya akan
terkena penertiban.
“Sesuai kesepakatan dengan Pak Camat, hari ini kami akan
jemput SP1 di Kelurahan, agar tidak berbenturan antara keamanan dengan
masyarakat,” tambah H. Misbah.
Bangunan-bangunan lokalisasi di Kelurahan Dadap yang lebih
dikenal dengan nama “Dadap Chenk-in” tersebut, rencananya akan dibongkar pada
23 Mei 2016, setelah menerbitan SP1, SP2 dan SP3.
Selain kafe-kafe dan tempat layanan prostitusi, banyak
pula rumah warga yang terkena ancaman pembongkaran, terutama pemukiman yang
berada di belakang bangunan kafe-kafe yang saat ini sudah ditutup. (Rudi Hendrik)


0 komentar:
Posting Komentar