![]() |
| Aswar Anas. (Foto: PPI/MINA) |
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
ÙˆَØ£َÙ‚ِيمُواْ ٱلصَّÙ„َÙˆٰØ©َ ÙˆَØ¡َاتُواْ ٱلزَّÙƒَÙˆٰØ©َ ÙˆَٱرۡÙƒَعُواْ Ù…َعَ ٱلرَّٲكِعِينَ
Artinya, "Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’." (QS. Al-Baqarah [2] ayat 43).
(RajaDumay.com) --- Setelah heboh Fitrah Ali Tama Pelajar Indonesia jadi imam salat rawatib di Lebanon, kini mahasiswa Indonesia di Turki kembali menunjukkan prestasi membanggakan dengan menjadi Imam Taraweh di Turki, yaitu Aswar Anas (22).
Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Turki Azwir Nazar kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA) melaporkan, Ahad (19/6), tidak mudah menjadi Imam Taraweh di Turki, tapi Pengurus Ilahiyat PPI Turki yang juga seorang Hafidz itu menjadi imam salat taraweh di Kota Kostamonu, tempat ia menuntut ilmu.
Aswar Anas lahir di Jakarta, 31 Desember 1994 dan saat ini sedang menempuh pendidikan di Kastamonu, Turki.
Sistem imam di Turki berbeda dengan di Indonesia. Jika di Indonesia imam menjadi pemimpin masjid tanpa digaji atau hanya memperoleh sumbangan seikhlasnya dari jamaah, di Turki ini profesi imam bisa dibilang cukup menjanjikan.
Pasalnya, menurut Anas, imam masjid dipekerjakan oleh pemerintah dan digaji bulanan. Karenanya, jadwalnya pun sudah ditetapkan layaknya pekerja kantor.
Oleh sebab itu, proses hingga Aswar Anas menjadi imam tarawih tidaklah mudah. Selain karena ia merupakan warga asing, perbedaan mazhab juga menjadi pertimbangan.
Sebagai informasi, mayoritas masyarakat Muslim Turki menggunakan mazhab Hanafi, sedangan Aswar Anas menggunakan mazhab Syafi’i.
Niat yang baik, pasti memberikan hasil yang baik pula. Sejak masih di Indonesia, Aswar Anas sudah pernah mengajar dan menjadi imam. Akhirnya, hafiz Al-Quran ini pun diberikan kesempatan untuk menjadi imam pengganti di Masjid Haci Darende yang terletak di Kastamonu tidak jauh dari tempat tinggalnya.
“Bahkan ia ditawari menjadi imam tetap usai Ramadhan,” kata Aswar.
Dalam kepengurusan PPI Turki sendiri yang terdiri dari 9 departemen, ada dua pengurus yang hafiz 30 juz Al-Quran sejak kecil.
“Alhamdulillah, kita ada dua Hafidz 30 juz di pengurus, salah satunya adalah Syeh Aswar Anas dari Jakarta,” ujar Azwir Nazar.


0 komentar:
Posting Komentar