Mahasiswa Al-Fatah Turun ke Jalan Bantu Muslim Rohingya

Mahasiswi STAI Al Fatah dan siswa Madrasah Aliyah Al Fatah Cileungsi, Bogor galang dana untuk bantu Muslim Rohingya, di Cibubur,. Sabtu, 26 November 2016. (Foto: Dinda Ramadhanty/STAI Al Fatah)
Cibubur, 26 Shafar 1438/26 November 2016

Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Fatah mulai turun ke jalan-jalan menggalang bantuan dana ke masyarakat Indonesia guna disalurkan untuk membantu Muslim Rohingya Myanmar.

Dikutip dari Mediaislamia.com, dalam aksi hari Sabtu (26/11), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAI Al-Fatah bekerja sama dengan Pemuda Jama’ah Muslimin (Hizbullah) yang bermarkas di Pondok Pesantren Al-Fatah, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.

Gerakan ini dijadwalkan akan berlangsung selama sepekan lamanya di beberapa titik di Cibubur, Cileungsi, dan Bekasi.

Koordinator Titik Lokasi Plasa Cibubur, Tsalatsa Hariyo Kartiko mengatakan, hari ini tim STAI Al-Fatah menerjunkan 17 orang dari lebih 40 personil.

Aksi ini juga melibatkan siswa-siswi dari Madrasah Aliyah Al-Fatah Cileungsi, Bogor.

Mahasiswi STAI Al Fatah dan siswa Madrasah Aliyah Al Fatah Cileungsi, Bogor galang dana untuk bantu Muslim Rohingya, di Cibubur,. Sabtu, 26 November 2016. (Foto: Fauziah/MINA)

“Aksi kita saat ini adalah sebagai wujud untuk membangkitkan kepedulian kepada saudara-saudara kita seiman yang sedang ditindas,” kata mahasiswa asal Bekasi yang akrab disapa “Aryo” itu.

Menurut Aryo, sebagian masyarakat masih belum mengetahui tentang isu Muslim Rohingya yang tertindas di Myanmar, karena hal itu tergambar dari reaksi warga yang mereka temui selama aksi.

Aksi penggalangan dana di hari pertama ini diwarnai dengan turunnya hujan deras. Tim dijadwalkan selesai hingga pukul lima sore.

Mahasiswi asal Cileungsi, Bogor, bernama Dinda Ramadhanty mengatakan kepada Mediaislamia.com, ia turut menggalang dana karena ingin membantu sesama Muslim.

“Yang saya tahu tentang Rohingyaa adalah etnis yang ditindas di negaranya sendiri oleh orang Buddha dengan tidak wajar,” kata Dinda yang harus berbasahan saat menggalang dana di jalan ketika hujan turun.

Sejak 9 Oktober 2016 hingga sekarang, kekerasan telah terjadi di kota Maungdaw, Negara Bagian Rakhine, Myanmar. Dikabarkan ratusan Muslim etnis Rohingya telah dibunuh oleh militer Myanmar dalam operasi kontra terorisme.

Militer Myanmar telah mengunci wilayat tersebut dari pihak media asing dan lembaga bantuan kemanusiaan internasional.

Menurut citra satelit yang dimiliki Human Right Watch (HRW), ada lebih seribu bangunan dan rumah yang rusak terbakar di dalam wilayah Maungdaw.


Kekerasan militer membuat warga Muslim Rohingya yang tinggal di daerah itu berduyun-duyun pergi menyelamatkan diri mencoba menyeberangi Sungai Naaf untuk mencari perlindungan di Bangladesh.

Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar