![]() |
| Pesawat pemadam kebakaran asing yang membantu Israel untuk memadamkan kebakaran luas di Israel. (Foto: Getty) |
Tel Aviv, 26 Shafar 1438/26 November 2016
Pesawat-pesawat pemadam kebakaran asing pada Jumat (25/11)
turut membantu Israel mengatasi gelombang kebakaran hutan yang memaksa puluhan
ribu warga Yahudi mengungsi.
Dikutip dari The New Arab, hingga di hari keempat kebakaran
hutan yang luas di seluruh negeri hingga melahap pemukiman, Israel menerima
bantuan udara dari Rusia, Turki, Yunani dan Kroasia.
Musim panas, cuaca yang kering dan angin kencang,
menyebabkan kebakaran besar sulit dikendalikan meski otoritas Israel telah
mengerahkan banyak personel untuk membantu pemadaman.
Bantuan pesawat-pesawat asing itu membuat api banyak
berkurang, tapi angin terus membuat api berkobar dan menjalar. Satu titik baru
api bahkan muncul di dekat Yerusalem pada hari Jumat sore.
Layanan darurat Israel mencurigai munculnya titik baru adalah
kebakaran yang disengaja oleh seseorang. Sejauh ini, selusin terduga pemicu
pembakaran telah ditangkap dalam 24 jam terakhir.
Perdana Menteri Israel Binyamin Netanyahu mengatakan, Israel
juga telah menerima janji bantuan dari tetangga Yordania dan Mesir.
Di lapangan, petugas pemadam kebakaran Palestina pada Kamis
malam bergabung dengan Israel, mengirimkan empat mobil pemadam kebakaran ke
kota utara Haifa dan empat lagi ke desa Beit Meir, dekat Yerusalem.
Sementara itu, kebakaran di kota berpenduduk campuran Palestina
dan Yahudi "di bawah kendali" hingga hari Jumat, tapi puluhan rumah telah
hancur total.
"Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat
internasional," kata juru bicara Kementeri Luar Negeri Israel, Emmanuel
Nahason. "Mobilisasi ini membuktikan bahwa pada saat krisis kita dapat
mengandalkan banyak teman di wilayah ini dan sekitarnya."
Meningkatnya jumlah kebakaran sejak Selasa (22/11) lalu, telah
meragukan kemampuan Israel untuk urusan kebakaran hutan. Sebelumnya di tahun
2010, kebakaran dahsyat di dekat Haifa menewaskan 44 orang.
Menteri Keamanan Dalam Negeri Gilad Erdan mengatakan bahwa setengah
dari kebakaran merupakan "pembakaran teror" yang disengaja dan ia
menuding pembakaran dilakukan oleh warga Palestina.


0 komentar:
Posting Komentar