Malaysia Serukan ASEAN Tinjau Keanggotaan Myanmar

Muslim Rohingya di Malaysia unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Myanmar di Kuala Lumpur, 25 November 2016. (foto: AFP)
Kuala Lumpur, 1 Rabi’ul Awwal 1438/1 Desember 2016



Pemerintah Malaysia telah menyerukan peninjauan keanggotaan Myanmar di organisasi regional utama di Asia Tenggara, ASEAN, selama "pembersihan etnis" terhadap kelompok minoritas Muslim Rohingya.



Dikutip dari Sinarharian.co.id, Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Khairy Jamaluddin Abu Bakar menuntut ASEAN meninjau keanggotaan Myanmar, meskipun organisasi 10 negara itu telah sepakat untuk tidak ikut campur dalam urusan internal masing-masing negara anggota.



"Prinsip nonintervensi batal bila ada skala besar pembersihan etnis di negara anggota ASEAN," katanya dalam pertemuan partai penguasa Malaysia, Organisasi Nasional Melayu Bersatu pada hari Rabu (30/11).



Tentara Myanmar telah melakukan operasi keamanan di bagian utara Negara Bagian Rakhine menyusul serangan mematikan di pos penjaga perbatasan pada bulan 9 Oktober oleh militan Rohingya.



Para tentara telah menindak warga sipil dan dituduh melakukan pembunuhan di luar hukum, pemerkosaan, dan pembakaran di masyarakat Rohingya. Namun, militer membantah melakukan kekejaman apapun dan menyalahkan pembakaran rumah-rumah pada warga Rohingya sendiri.



Kekerasan itu telah memaksa puluhan ribu Muslim Rohingya melarikan diri dari daerah Maungdaw, Negara Bagian Rakhie, dan mencoba untuk menyeberang ke negara tetangga Bangladesh.



PBB memperkirakan bahwa lebih 10.000 etnis Rohingya diduga telah tiba di Bangladesh dalam beberapa minggu terakhir saat penjaga perbatasan Bangladesh berupaya mencegah mereka.


Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar