Datang Bulan, Bab2 Siksa Dari Gunung


*Siksa Dari Gunung*

Hari Rabu tanggal 4 Juli, Rina dan rombongan berangkat dari rumah jam 12 malam. Mereka menumpang mobil pick-up milik saudaranya Gito yang mau pergi ke Bogor.

Dalam rombongan antara lain Elang, Gito, Sultan, Wahyu, Tarman, Rina, dan Lisa.

Mereka bertujuh diantar hanya sampai perempatan Cibodas.

Mereka menunggu agkutan umum, tapi tidak ada. Ada ojeg, tetapi hanya ada empat.

Gito: Enggak mungkin kalau cuma empat ojeg.

Tukang Ojeg: Saya punya teman yang punya pick-up. Coba saya telepon, siapa tahu bisa.

Gito: Iya, Bang.

Si tukang ojeg lalu menelepon temannya. Ternyata, teman si tukan ojeg bersedia mengantar rombongan Rina.

Malam dini hari itupun mereka di antar ke Basecamp Cibodas Gunung Gede dengan pick-up. Mereka sampai jam 03.00 WIB.

Lisa: Aduh!

Rina: Kenapa, lu?

Lisa: Gue kayaknya mens deh.

Rina: Udah deh, Sa. Kita mendingan enggak usah naik, gue takut.

Rina tersugesti bahwa tidak boleh naik gunung dalam kondisi haid karena dianggap kotor.

Lisa: Enggak, pokoknya gue tetap mau naik gunung. Kan elu yang ngajak, masa elu yang batalin.

Lisa: Gua ganti celana dulu deh di toilet.

Lisa lalu izin kepada Teteh yang populer di Basecamp Cibodas.

Lisa: Teh, saya izin ke kamar mandi.

Teteh: Oh iya, Neng. Silakan.

Lisa lalu pergi ke kamar toilet yang berada di sisi bawah di pinggi kali kecil.

Jreg!

Suara pintu toilet ditutup terdengar jelas hingga ke atas karena pintunya berat.

Sementara Rina istirahat, berusaha tidur, tapi tidak bisa tidur.

Lisa: Aaa …! (Teriak kencang bernada ketakutan sekali)

Elang: Kenapa tuh? Kenapa?! (Terkejut)

Rina, Elang dan rekan-rekannya segera berlarian turun ke arah toilet.

Elang: Rin, elu aja yang lihat. Siapa tahu jatuh atau kenapa di dalam. Elu kan cewek.

Gito: Iya, takutnya dia lagi enggak pakai celana.

Rina lalu mendorong-dorong pintu toilet, tapi dikunci dari dalam.

Dug dug dug!

Rina: Saaa! Lisa! Buka pintu! (Sambil menggedor pintu)

Namun tidak lama, Lisa membuka kuncinya.

Brak!

Rina membuka pintu dengan keras.

Lisa tersentak terkejut dan menatap Rina. Wajahnya begitu pucat.

Rina: Lu kenapa?

Lisa hanya bengong menatap Rina.

Rina: Hei! Istiggfar! Jangan bengong di toilet!

Namun, Lisa tidak menjawab. Ia hanya diam sambil menenteng kantong kresek warna hitam.

Tiba-tiba Lisa mendorong Rina dari depannya. Ia lalu berlari naik ke atas, ke tempat Teteh di basecamp tempat mereka tadi beristirahat. (RH)

Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar