*Siksa Dari Gunung*
Hari Rabu tanggal 4
Juli, Rina dan rombongan berangkat dari rumah jam 12 malam. Mereka menumpang
mobil pick-up milik saudaranya Gito yang mau pergi ke Bogor.
Dalam rombongan
antara lain Elang, Gito, Sultan, Wahyu, Tarman, Rina, dan Lisa.
Mereka bertujuh
diantar hanya sampai perempatan Cibodas.
Mereka menunggu
agkutan umum, tapi tidak ada. Ada ojeg, tetapi hanya ada empat.
Gito: Enggak mungkin
kalau cuma empat ojeg.
Tukang Ojeg: Saya
punya teman yang punya pick-up. Coba saya telepon, siapa tahu bisa.
Gito: Iya, Bang.
Si tukang ojeg lalu menelepon
temannya. Ternyata, teman si tukan ojeg bersedia mengantar rombongan Rina.
Malam dini hari
itupun mereka di antar ke Basecamp Cibodas Gunung Gede dengan pick-up. Mereka
sampai jam 03.00 WIB.
Lisa: Aduh!
Rina: Kenapa, lu?
Lisa: Gue kayaknya
mens deh.
Rina: Udah deh, Sa. Kita
mendingan enggak usah naik, gue takut.
Rina tersugesti bahwa
tidak boleh naik gunung dalam kondisi haid karena dianggap kotor.
Lisa: Enggak,
pokoknya gue tetap mau naik gunung. Kan elu yang ngajak, masa elu yang batalin.
Lisa: Gua ganti
celana dulu deh di toilet.
Lisa lalu izin kepada
Teteh yang populer di Basecamp Cibodas.
Lisa: Teh, saya izin
ke kamar mandi.
Teteh: Oh iya, Neng.
Silakan.
Lisa lalu pergi ke
kamar toilet yang berada di sisi bawah di pinggi kali kecil.
Jreg!
Suara pintu toilet
ditutup terdengar jelas hingga ke atas karena pintunya berat.
Sementara Rina
istirahat, berusaha tidur, tapi tidak bisa tidur.
Lisa: Aaa …! (Teriak
kencang bernada ketakutan sekali)
Elang: Kenapa tuh? Kenapa?!
(Terkejut)
Rina, Elang dan
rekan-rekannya segera berlarian turun ke arah toilet.
Elang: Rin, elu aja
yang lihat. Siapa tahu jatuh atau kenapa di dalam. Elu kan cewek.
Gito: Iya, takutnya
dia lagi enggak pakai celana.
Rina lalu mendorong-dorong
pintu toilet, tapi dikunci dari dalam.
Dug dug dug!
Rina: Saaa! Lisa!
Buka pintu! (Sambil menggedor pintu)
Namun tidak lama,
Lisa membuka kuncinya.
Brak!
Rina membuka pintu
dengan keras.
Lisa tersentak
terkejut dan menatap Rina. Wajahnya begitu pucat.
Rina: Lu kenapa?
Lisa hanya bengong
menatap Rina.
Rina: Hei! Istiggfar!
Jangan bengong di toilet!
Namun, Lisa tidak
menjawab. Ia hanya diam sambil menenteng kantong kresek warna hitam.
Tiba-tiba Lisa mendorong Rina dari depannya. Ia lalu berlari naik ke atas, ke tempat Teteh di basecamp tempat mereka tadi beristirahat. (RH)


0 komentar:
Posting Komentar