*Siksa Dari Gunung*
Pada suatu malam di
bulan Juli, bertepatan libur sekolah, Rani yang berada di kamar mendengar
obrolan Elang, kakaknya, dan teman-teman kakaknya tentang naik gunung.
Di rumah neneknya
itu, Elang dan teman-temannya memang sering kumpul bincang-bincang tentang
gunung. Elang dan teman-temannya adalah anak gunung.
Rina lalu keluar dari
kamar dan menemui kakaknya.
Rina: A’, boleh ikut
nggak sih kalau mau naik gunung?
Elang: Enggak boleh!
Yang pertama karena lu belum pernah naik gunung. Yang kedua lu enggak punya
alat-alatnya.
Rina: Nanti gue beli
deh. Minimal gua punya sepatunya aja.
Elang: Tetap enggak
boleh!
Gito: Enggak usah
deh, enggak usah ajak adik elu. Ngeri juga, kalau ada apa-apa nanti diomongin
lagi.
Gito tahu bahwa Rina
sejak kecil bisa melihat makhluk-makhluk kasat mata alias indigo.
Rina: Ikut sih, A’!
Kalau enggak diajak, kapa lagi bisa mulai naik gunung! (Merengek)
Elang: Haaah! Ya
sudah, kalau mau ikut, bilang dulu ke Emak, boleh atau enggak!
Namun, Rina menjadi
bingung. Sebab jika dia ikut, dia cewek sendiri dalam rombongan. Bagaimana jika
nanti mau kencing atau lainnya saat di gunung?
Rina: Gue kayaknya
harus ajak Lisa nih. (Bicara dalam hati)
Keesokannya, Rina
pergi ke rumah Lisa.
Rina: Sa, elu mau ikutan
naik gunung, gak?
Lisa: Asik tuh
kayaknya buat ngisi liburan. Tapi gue bilang dulu sama Nyokap.
Rina: Yau dah, bilang
aja dulu, siapa tahu dibolehin.
Ibunya Lisa: Rin,
memangnya siapa saja yang ikut?
Rina: Ada Abang sih
yang ngikut, bisa buat jagain kita juga. Itu juga anak-anaknya sudah senior
dalam hal pendakian.
Ibunya Lisa: Ya
terserah, Lisa memangnya punya alat-alatnya?
Lina: Nanti pinjam
saja sama Yuni.
Yuni adalah sepupu
Lisa yang juga anak gunung. (RH)
A: Kisah ini berdasarkan kisah nyata yang diceritakan Rina (nama samaran) di channel YouTube “Prasodjo Muhammad”, yang disadur dengan mengganti nama tokoh dan beberapa bagiannya.


0 komentar:
Posting Komentar