*Puisi*
Puisi ini saya tulis pada Januari 10 Januari 1997, setelah kegiatan Pramuka bersama sekolah lain sebagai kakak Pembina di masa SMPN 2 Kalianda, Lampung Selatan. Namun, saya lupa nama sekolah lain tersebut, tetapi sama-sama domisilinya di Kecamatan Kalianda.
Ada satu
momentum di kala masa rehat dalam kegiatan, seorang gadis cantik dari sekolah
lain itu bertanya kepada saya, “Sudah makan?”, dan saya jawab, “Sudah.”
Namun, di
kala itu, di hati saya sudah bersemayam satu nama dan wajah gadis lain. Maka
pertemuan pertama dengan gadis Pramuka tersebut saya nilai sekedar bunga-bunga
awal perjumpaan dengan seorang gadis cantik.
Berikut ini
puisinya:
Bunga
Awal Jumpa
Selesai
sudah
Bubar
sudah dengan lelah memelas
Senyum
kita saling terbentur
Meninggalkan
bayang manis dalam benakku
Hanya
satu pertanyaan dari bibirmu
Hanya
satu jawaban dari bibirku
Singkat
kata cakap berselang
Tanpa
arti masuk dalam kenang
Kala
malam datang menjelang
Bayang
dirimu tak mau hilang
Selalu
membayang di depan mataku
Inikah
bunga jumpa yang kerap datang
Kuharap
ini bunga remaja
Yang selalu
tumbuh di awal-awal jumpa
Kutakut
aku lupa terhadap melati
Kan kuhalau
cobaan yang datang (RH)


Wah, baru baca yg ini, Om. Tambah lagi puisinya, Om🤗
BalasHapuspernah ngalamin yang kayak gitu, Mak? Atau masa remajanya berantem mulu?
HapusAku masa remaja biasa aja, Om. pesonaku malah keluarnya di masa kuliah lumayanlah yg deketin, berlanjut sampai hampir tua sekarang pun masih bersinar. Buktinya Om tergila-gila😂
Hapus