Puisi: Lautku Hitam


*Puisi*

Puisi ini saya tulis pada 6 November 1996, saat saya usia 15 tahun, saat saya masih SMP.

Pada usia itu, saya tinggal bersama saudara yang rumahnya di pinggir laut Kalianda, Lampung Selatan.

Keluarga saya sudah pindah ke Jakarta, saya ditinggal di Kalianda karena untuk menyelesaikan sekolah di SMPN 2 Kalianda.

Puisi ini saya tulis di saat saya sedang duduk di belakang rumah pada malam hari, tepat di pantai. Kondisi malam yang tidak biasa memancing saya mengabadikan suasananya. Berikut puisinya:

_________________________________


Lautku Hitam


Oleh Rudi Hendrik 


Kupandangi gelapnya malam

Tak ada keindahan

Tak ada daya pesona 

Tak ada terbitan warna jiwa


Hanya kegelapan

Hitam membungkus lautan 

Tak ada lampu nelayan 

Hanya mercusuar yang kesepian


Langit gelap mencakup bumi 

Entah ke mana bintang-bintang

Awan pun hilang

Hanya hitam yang mengambang 


Ombak menghantam ganas

Tak hentinya bersorak keras

Menghempas pantai penuh geram

Seakan menyimpan sejuta dendam


Dingin angin berembus

Menembus kegelapan 

Membelai lelap isi bumi 

Membawa alam-alam sejuta mimpi 


Seakan laut kini murka

Mengamuk membabi buta

Hanya kelam yang hitam 

Yang ada di sekelilingku (RH)

Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

3 komentar:

  1. Di sini belum sempat komen, Om. Berasa banget suasananya tahun 90-an-2000-an. Sekarang mah pinggir pantai berisik๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜…

    BalasHapus
  2. Suasana 90-an-2000-an masih berasa, Om. Sekarang pantai berisik ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜…

    BalasHapus
  3. Suasana 90-an sampai 2000-an masih berasa Om. sekarang pantai berisik bukan karena suara alam๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜…

    BalasHapus