*Sembilan Ketukan*
Setelah
kejadian penampakan jelas itu, terjadi keanehan pada Sutrisno. Dia tidak
mengingat sedikit pun tentang kejadian ketukan dan kuntilanak selama beberapa
hari yang lalu.
Hal itu
terjadi setelah Sutrisno mengalami kerasukan.
Eko: Tri,
apa yang kamu rasakan?
Eko Subagyo
bertanya setelah Sutrisno diobati dari kerasukannya oleh orang pintar di desa
itu.
Sutrisno:
Saya enggak tahu, saya enggak ingat apa-apa. Kayaknya hidupku kebuang sia-sia
selama tiga hari.
Eko: Tri,
kamu itu kerasukan.
Sutrisno:
Kenapa bisa kerasukan?
Eko: Karena
dia suka sama kamu, Tri.
Sutrisno:
Ah, ogah suka sama begituan.
Eko: Iya,
tenang saja. Enggak bakalan juga kali, Tri.
Sutrisno:
Siapa sih yang merasuki saya?
Eko: Yaitu,
kuntilanak yang suka ngetuk itu. Hahaha!
Sutrisno:
Kamu kejam banget, Ko. Saya begini kamu malah ketawa-ketawa.
Eko:
Enggak, Tri. Sebenarnya ini bukan kejadian pertama kali, ini kejadian kedua
kali. Dulu ada temanku juga yang seperti itu. Dia nginep di sini, samala sama
kamu.
Eko: Dia
dari Jakarta terus nginep di sini. Karena di sini enggak ada rumah, jadi dia
nginep di rumahku. Yaaa hasilnya seperti ini, kerasukan seperti kamu.
Eko: Sudah
tenang saja. Setelah kerasukan sekali, ke sananya sudah enggak kerasukan lagi
kok.
Sutrisno:
Sialan kamu. Pokoknya saya enggak mau lanjutin proyek ini. Nanti saya bilang ke
bapak ibu kamu. Saya mau minta maaf enggak bisa lanjutin proyek ini, karena ada
kejadian seperti ini.
Eko: Ya
sudah tenang saja, Bapak Ibu pasti ngerti kok.
Eko:
Bagaimana kalau bayarannya saya dobelin? Mau lanjutin, gak?
Sutrisno:
Enggak enggak enggak. Sudah segini saja.
Sutrisno:
Nanti kalau cuma buat wedangan, saya mau ke sini. Tapi kalau disuruh nginep,
saya enggak mau.
Akhirnya
Sutrisno memutuskan kontraknya.
Proyek itu lalu dilanjutkan oleh orang lain. Ternyata, tukang yang lain itu juga mengalami hal yang sama, tapi tidak sampai kerasukan. (TAMAT/RH)


Oalah.. Mbak kunti emang suka sama orang 2 baru nampaknya
BalasHapuscinta dua dimensi
Hapus