Rumah Kuntilanak, Bab6 "Sembilan Ketukan"


*Sembilan Ketukan*

 

Sutrisno yang ketakutan buru-buru pergi ke sofa menepuk-nepuk bahu Eko Subagyo.

Sutrisno: Ko Ko Ko, bangun, Ko! (Panik)

Eko terbangun dengan terkejut.

Eko: Tri, kamu kenapa, Tri? Kamu kenapa?

Sutrisno: Ada kuntilanak, Ko!

Eko: Ah, kuntilanak? Kuntilanak yang suka ngetokin?

Sutrisno: Iya. Kok kamu tahu? (Terkejut)

Eko: Ya udahlah, biarkan saja!

Sutrisno: Ah, enggak enggak enggak. Jelaskan dulu, Ko. Jelaskan dulu. Bangun bangun bangun, Ko!

Sutrisno: Tolong, tolong. Ayolah, saya penasaran banget ini. Saya penasaran banget ini!

Eko akhirnya bangun duduk di sofa.

Eko: Kenapa, Tri? Kenapa lagi?

Sutrisno: Tadi ada kuntilanak!

Eko: Iya, saya tahu. Yang ngetokin itu, ‘kan?

Sutrisno: Iya, kok kamu tahu?

Eko: Jadi begini, Tri. Di sini itu, kalau malam memang seperti itu, ada yang iseng, ada yang ngetokin.

Sutrisno: Kamu ini sialan! Kenapa enggak ngomong dari awal, kalau yang ngetokin itu kuntilanak?

Eko: Ya saya ‘kan sudah bilang, biarkan saja, tidak usah diurusin.

Sutrisno: Iya, tapi kamu harusnya bilang dong, itu kuntilanak atau apa.

Eko: Kamu tahu gak, Tri? Biasanya, itu kuntilanak masuk ke dalam rumah, Tri.

Sutrisno: Serius, Ko? (Kaget)

Eko: Iya serius. Sumpah!

Sutrisno: Ah, parah nih! Parah nih! Ngapain kasih tahu saya?

Eko: Lah, tadi mintanya dikasih tahu dulu. Jadi jangan kaget kalau misalnya si kuntilanak itu tiba-tiba sudah masuk ke dalam.

Sutrisno: Ko, memang benaran cerita itu?

Eko: Iya benaran.

Sutrisno: Aneh, kok kamu tenang banget sih ada kuntilanak masuk ke dalam rumah?

Eko: Ya mau bagaimana lagi? Aku hidupnya seperti ini. Di depan kebun, di samping kebun. Itu tetangga di kiri juga lumayan jauh. Apalagi belakang juga kebun, ada kayu jati mati.

Sutrisno geleng-geleng kepala. Dia duduk sambil menyalakan rokok.

Sutrisno: Ko, temanin dong, Ko. Jangantidur duluan.

Eko: Iya, iya saya temanin.

Eko: Bagaimana tadi ceritanya?

Sutrisno lalu cerita secara detail.

Sutrisno: Pas dia bangun berdiri, saya lihat semuanya dari atas sampai bawah. Enggak mungkin kalau itu manusia, enggak mungkin kalau itu orang.

Eko: Memang bukan, itu sih kuntilanak.

Sutrisno: Iya, tapi masalahnya kamu itu tenang. Yang bikin saya seram itu, karena kamu tenang. Seolah-olah sudah biasa.

Eko: Memang dia rumahnya di sini, Tri.

Sutrisno: Wadduh! Parah parah parah! Sudahlah, saya enggak mau tidur.

Eko: Ya sudah kalau enggak mau tidur, terserah. Saya mau tidur.

Sutrisno: Ayolah, Ko. Jangan tidur, temanin saya.

Eko: Enggak enggak enggak!

Sutrisno: Kalau begitu saya tidur di bawah kamu saja.

Eko: Ya sudah.

Sutrisno akhirnya memindahkan kasurnya ke bawah sofa dan tidur di bawah Eko. Sampai-sampai di sampingnya ditumpuki bantal sebagai dinding penyekat agar merasa nyaman.

Sutrisno: Bismillah saya mau tidur. Saya enggak mau ketemu kuntilanak lagi.

Sutrisno akhirnya tertidur hingga pagi. (RH)

Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

2 komentar: