*Sembilan Ketukan*
Sutrisno yang
ketakutan buru-buru pergi ke sofa menepuk-nepuk bahu Eko Subagyo.
Sutrisno: Ko Ko Ko,
bangun, Ko! (Panik)
Eko terbangun dengan
terkejut.
Eko: Tri, kamu
kenapa, Tri? Kamu kenapa?
Sutrisno: Ada
kuntilanak, Ko!
Eko: Ah, kuntilanak?
Kuntilanak yang suka ngetokin?
Sutrisno: Iya. Kok
kamu tahu? (Terkejut)
Eko: Ya udahlah,
biarkan saja!
Sutrisno: Ah, enggak
enggak enggak. Jelaskan dulu, Ko. Jelaskan dulu. Bangun bangun bangun, Ko!
Sutrisno: Tolong,
tolong. Ayolah, saya penasaran banget ini. Saya penasaran banget ini!
Eko akhirnya bangun
duduk di sofa.
Eko: Kenapa, Tri?
Kenapa lagi?
Sutrisno: Tadi ada
kuntilanak!
Eko: Iya, saya tahu.
Yang ngetokin itu, ‘kan?
Sutrisno: Iya, kok
kamu tahu?
Eko: Jadi begini,
Tri. Di sini itu, kalau malam memang seperti itu, ada yang iseng, ada yang
ngetokin.
Sutrisno: Kamu ini
sialan! Kenapa enggak ngomong dari awal, kalau yang ngetokin itu kuntilanak?
Eko: Ya saya ‘kan
sudah bilang, biarkan saja, tidak usah diurusin.
Sutrisno: Iya, tapi
kamu harusnya bilang dong, itu kuntilanak atau apa.
Eko: Kamu tahu gak,
Tri? Biasanya, itu kuntilanak masuk ke dalam rumah, Tri.
Sutrisno: Serius, Ko?
(Kaget)
Eko: Iya serius.
Sumpah!
Sutrisno: Ah, parah
nih! Parah nih! Ngapain kasih tahu saya?
Eko: Lah, tadi
mintanya dikasih tahu dulu. Jadi jangan kaget kalau misalnya si kuntilanak itu
tiba-tiba sudah masuk ke dalam.
Sutrisno: Ko, memang
benaran cerita itu?
Eko: Iya benaran.
Sutrisno: Aneh, kok
kamu tenang banget sih ada kuntilanak masuk ke dalam rumah?
Eko: Ya mau bagaimana
lagi? Aku hidupnya seperti ini. Di depan kebun, di samping kebun. Itu tetangga
di kiri juga lumayan jauh. Apalagi belakang juga kebun, ada kayu jati mati.
Sutrisno
geleng-geleng kepala. Dia duduk sambil menyalakan rokok.
Sutrisno: Ko, temanin
dong, Ko. Jangantidur duluan.
Eko: Iya, iya saya
temanin.
Eko: Bagaimana tadi
ceritanya?
Sutrisno lalu cerita
secara detail.
Sutrisno: Pas dia
bangun berdiri, saya lihat semuanya dari atas sampai bawah. Enggak mungkin
kalau itu manusia, enggak mungkin kalau itu orang.
Eko: Memang bukan,
itu sih kuntilanak.
Sutrisno: Iya, tapi
masalahnya kamu itu tenang. Yang bikin saya seram itu, karena kamu tenang.
Seolah-olah sudah biasa.
Eko: Memang dia
rumahnya di sini, Tri.
Sutrisno: Wadduh!
Parah parah parah! Sudahlah, saya enggak mau tidur.
Eko: Ya sudah kalau
enggak mau tidur, terserah. Saya mau tidur.
Sutrisno: Ayolah, Ko.
Jangan tidur, temanin saya.
Eko: Enggak enggak
enggak!
Sutrisno: Kalau
begitu saya tidur di bawah kamu saja.
Eko: Ya sudah.
Sutrisno akhirnya
memindahkan kasurnya ke bawah sofa dan tidur di bawah Eko. Sampai-sampai di
sampingnya ditumpuki bantal sebagai dinding penyekat agar merasa nyaman.
Sutrisno: Bismillah
saya mau tidur. Saya enggak mau ketemu kuntilanak lagi.
Sutrisno akhirnya tertidur hingga pagi. (RH)


Kok bisa selow gitu si Eko hidup bareng mbak kunti 😱
BalasHapusItulah hebatnya, tapi Om maklum sih
Hapus