*Siksa Dari Gunung*
Lisa yang
terengah-engah dibawa duduk di depan basecamp. Ia masih memegang kantong
plastik hitam.
Gito: Lu kenapa?
Lisa: Nanti dulu ya.
Terlihat tangan Lisa
gemetar.
Teteh: Minum minum
minum!
Teteh memberikan teh
hangat kepada Lisa.
Teteh: Neng, diminum,
biar enak badannya, biar enggak gemetaran kayak gini.
Lisa agak tersentak
dan sadar dari keterbengongannya. Ia lalu meminum teh manis hangatnya. Barulah
setelah itu Lisa cerita.
Lisa: Gue takut deh.
Soalnya di toilet itu tadi ada kayak semacam sosok genderuwo. Gedeee banget.
Kan gue mau masukin celana dalam gue yang ada darahnya ke dalam plastik. Awal
yang gue lihat itu dari ujung kaki. Kok ini gelap banget, perasaan ada lampu.
Pas gue lihat ke atas, genderuwonya seperti mau mengambil celana gue yang di
plastik. Makanya di situ gue teriak.
Teteh: Kenapa?
Kenapa? (Dari dalam)
Rina: Enggak, Teh!
Rina dan mereka tidak
cerita kepada Teteh, khawatir tidak enak hati karena itu adalah tempatnya.
Teteh: Udah enggak
apa-apa atuh, diceritain saja.
Rina: Lisa tadi di
kamar mandi lihat ada sosok gede.
Teteh: Aduuuh, kok
ngeganggu ya. Perasaan sudah dibersihin. Dulu tuh memang sering kejadian
seperti itu di toiletnya. Sekarang baru kali ini nih.
Teteh: Terus mau
bagaimana? Mau ke tempat Teteh yang sebelah? Ke situ saja ya istirahatnya.
Akhirnya Rina dan
Lisa pindah ke warung Teteh di sebelah.
Rina: Aduh, ini
kayaknya tanda-tanda yang enggak ngenakin. Takutnya malah enggak lancar.
Lisa: Tetap kan kita
terus naik gunung?
Rina: Udah istirahat
dulu, tidur.
Rina dan Lisa lalu
berniat tidur di balai-balai papan di kamar warung Teteh.
Namun, belum juga
tidur, Lisa selalu menyenggol kaki Rina.
Rina: Kenapa sih?
Lisa: Tuuuh! (Sambil
memandang ke arah luar jalanan)
Rina: Sudah, enggak
usah dilihatin!
Lisa: Itu tuh. Iiih,
matanya merah banget.
Rina: Udah enggak
usah dilihatin, tidur aja. Nanti malah gue yang dimasukin sama dia.
Elang: Tuh ‘kan, pada
ngeyel sih, dibilangin enggak usah ikut juga! Ribet deh jadinya!
Rina: Udah, Sa,
tidur. Dari pada enggak jadi naik gunung besok.
Lisa: Tapi gue takut,
Rina. Dia itu ngelihatin gue terus.
Rina: Elu halu kali.
Udah tidur aja, lu tuh kecapaian, jadi gini.
Lisa lalu berusaha
meram dan menutup wajahnya pakai sweater karena saking takutnya.
Rina pun tertidur,
tapi kemudian tanpa sengaja kakinya menyentuh kaki Lisa. Lisa terkejut karena
menduga sosok itu yang menyentuhnya.
Lisa: Lu enggak bisa
diam. Gue mau tidur malah elu ganggu!
Rina: Jadi enggak ya?
Sudah mau jam lima nih, udah mau subuh.
Lisa: Kayaknya gue
enggak bisa naik, gue takut.
Rina lalu
membangunkan Elang.
Rina: A’, kayaknya
enggak jadi aja naik gunungnya.
Elang: Terserah,
kalau mau pulang, ya tinggal pulang. Kalau mau naik, ya mau bagaimana lagi?
Kita yakin aja kalau mau naik nanti enggak ada apa-apa. (RH)


0 komentar:
Posting Komentar