Dilihati Genderuwo, Bab3 Siksa Dari Gunung


*Siksa Dari Gunung*

Lisa yang terengah-engah dibawa duduk di depan basecamp. Ia masih memegang kantong plastik hitam.

Gito: Lu kenapa?

Lisa: Nanti dulu ya.

Terlihat tangan Lisa gemetar.

Teteh: Minum minum minum!

Teteh memberikan teh hangat kepada Lisa.

Teteh: Neng, diminum, biar enak badannya, biar enggak gemetaran kayak gini.

Lisa agak tersentak dan sadar dari keterbengongannya. Ia lalu meminum teh manis hangatnya. Barulah setelah itu Lisa cerita.

Lisa: Gue takut deh. Soalnya di toilet itu tadi ada kayak semacam sosok genderuwo. Gedeee banget. Kan gue mau masukin celana dalam gue yang ada darahnya ke dalam plastik. Awal yang gue lihat itu dari ujung kaki. Kok ini gelap banget, perasaan ada lampu. Pas gue lihat ke atas, genderuwonya seperti mau mengambil celana gue yang di plastik. Makanya di situ gue teriak.

Teteh: Kenapa? Kenapa? (Dari dalam)

Rina: Enggak, Teh!

Rina dan mereka tidak cerita kepada Teteh, khawatir tidak enak hati karena itu adalah tempatnya.

Teteh: Udah enggak apa-apa atuh, diceritain saja.

Rina: Lisa tadi di kamar mandi lihat ada sosok gede.

Teteh: Aduuuh, kok ngeganggu ya. Perasaan sudah dibersihin. Dulu tuh memang sering kejadian seperti itu di toiletnya. Sekarang baru kali ini nih.

Teteh: Terus mau bagaimana? Mau ke tempat Teteh yang sebelah? Ke situ saja ya istirahatnya.

Akhirnya Rina dan Lisa pindah ke warung Teteh di sebelah.

Rina: Aduh, ini kayaknya tanda-tanda yang enggak ngenakin. Takutnya malah enggak lancar.

Lisa: Tetap kan kita terus naik gunung?

Rina: Udah istirahat dulu, tidur.

Rina dan Lisa lalu berniat tidur di balai-balai papan di kamar warung Teteh.

Namun, belum juga tidur, Lisa selalu menyenggol kaki Rina.

Rina: Kenapa sih?

Lisa: Tuuuh! (Sambil memandang ke arah luar jalanan)

Rina: Sudah, enggak usah dilihatin!

Lisa: Itu tuh. Iiih, matanya merah banget.

Rina: Udah enggak usah dilihatin, tidur aja. Nanti malah gue yang dimasukin sama dia.

Elang: Tuh ‘kan, pada ngeyel sih, dibilangin enggak usah ikut juga! Ribet deh jadinya!

Rina: Udah, Sa, tidur. Dari pada enggak jadi naik gunung besok.

Lisa: Tapi gue takut, Rina. Dia itu ngelihatin gue terus.

Rina: Elu halu kali. Udah tidur aja, lu tuh kecapaian, jadi gini.

Lisa lalu berusaha meram dan menutup wajahnya pakai sweater karena saking takutnya.

Rina pun tertidur, tapi kemudian tanpa sengaja kakinya menyentuh kaki Lisa. Lisa terkejut karena menduga sosok itu yang menyentuhnya.

Lisa: Lu enggak bisa diam. Gue mau tidur malah elu ganggu!

Rina: Jadi enggak ya? Sudah mau jam lima nih, udah mau subuh.

Lisa: Kayaknya gue enggak bisa naik, gue takut.

Rina lalu membangunkan Elang.

Rina: A’, kayaknya enggak jadi aja naik gunungnya.

Elang: Terserah, kalau mau pulang, ya tinggal pulang. Kalau mau naik, ya mau bagaimana lagi? Kita yakin aja kalau mau naik nanti enggak ada apa-apa. (RH)


Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar