*Siksa Dari Gunung*
Ketika Rina dan
rombongan hendak melanjutkan perjalanan lagi, tiba-tiba Lisa mengeluh sakit.
Lisa: Perut gue
sakiiit!
Rina: Oh, bekas
muntah tadi kali, jadi melilit. Asam lambung.
Rina: Udah minum aja
dulu. Mungkin elu kecapaian, saking semangatnya dari bawah. Coba minum!
Rina lalu memberi
minum Lisa.
Fruuut!
Lisa justru
menyemburkan air yang diberi oleh Rina. Kedua tangannya mengepal sangat kuat.
Elang: Pegangin!
Pegangin!
Gito dan Sultan lalu
memegangi tangan Lisa.
Gito: Oi! Istighfar!
Istighfar!
Rina dan Elang
berusaha untuk membuka kepalan tangan Lisa, tetapi sahabat Rina itu justru
berontak.
Namun, ketika Rina
menekan bagian dada Lisa seperti menotok, Lisa akhirnya bicara.
Lisa: Anak ini harus
turun, saya enggak mau dia naik, karena dia kotor! Saya tidak mau tempat saya
jadi kotor!
Suara Lisa berubah
menjadi nenek-nenek dan berbicara dalam bahasa sunda. Itu suara yang sebelumnya
merasuki Lisa.
Rina: Aduh!
Ketika Rina hendak
berusaha menyembuhkan Lisa, dia menengok ke arah depan.
Rina melihat ada
seorang nenek-nenek bertubuh kecil, tapi bungkuk. Hidungnya panjang sekali
seperti nenek sihir.
Rina: Kita berhenti
dulu deh. Jangan dulu jalan, sebab kita masih dihalangi sosok itu.
Rina: A’, benar gak
sih di depan ada sosok nenek-nenek?
Elang: Enggak usah
dilihatin, takutnya nanti malah ke elu. Udah istighfar aja. Masalahnya sudah
di-notice sama nenek ini enggak boleh naik.
Lisa kemudian muntah
air lagi. Lisa tersadar kembali.
Rina: Sa, udah ya
enggah usah naik. Soalnya tenaga elu sudah habis di sini. Kita turun, daripada
kenapa-kenapa.
Lisa: Enggak, gue
tetap mau naik.
Rina: Nanti, jangan
naik dulu, kita di sini dulu. Masalahnya kita masih dihalangi. Kita ngemil dulu
atau ngapain, sambil fokus. Takutnya kalau kita kehilangan fokus dari Lisa,
takutnya kita kebawa keder sama nenek-nenek itu.
Rina: Setahu gue,
sosok nenek-nenek bisa bikin kita sesat. Dia itu seperti pesuruh
atasan-atasannya.
Mereka lalu berhenti
dan mengemil. Mereka juga pusing memikirkan kondisi Lisa, yang disuruh turun
tapi Lisa sendiri tidak mau.
Rina bicara kepada
kakaknya.
Rina: A’, ya udah
kita coba sampai depan lagi.
Elang: Enggak! Udah
turun aja!
Tiba-tiba Lisa
berlari maju sambil berteriak kepada rombongannya.
Lisa: Gue mau naik!
Kalau kalian mau turun, turun aja!
Lisa berteriak sambil
menunjuk rekan-rekannya.
Lisa: Gue tahu jalan
naik, karena ini tempat gue!
Rina dan rekan
lainnya segera paham apa yang terjadi dengan Lisa.
Rina: Aduuuh! Masa
iya gue harus nantang dia, harus tarik paksa. Bisa-bisa gue yang dihabisin sama
dia. (Dalam hati)
Rina: Tapi gua enggak
bisa melihat sosok di dalam Lisa. Tapi gue yakin, itu bukan dia. (Dalam hati)
Lisa lalu jalan.
Sementara yang lain mengikuti dan mengawal sampai Pos Panyangcangan. (RH)
---------------------------------------------


0 komentar:
Posting Komentar