Nenek Hidung Panjang, Bab7 Siksa Dari Gunung


*Siksa Dari Gunung*

Ketika Rina dan rombongan hendak melanjutkan perjalanan lagi, tiba-tiba Lisa mengeluh sakit.

Lisa: Perut gue sakiiit!

Rina: Oh, bekas muntah tadi kali, jadi melilit. Asam lambung.

Rina: Udah minum aja dulu. Mungkin elu kecapaian, saking semangatnya dari bawah. Coba minum!

Rina lalu memberi minum Lisa.

Fruuut!

Lisa justru menyemburkan air yang diberi oleh Rina. Kedua tangannya mengepal sangat kuat.

Elang: Pegangin! Pegangin!

Gito dan Sultan lalu memegangi tangan Lisa.

Gito: Oi! Istighfar! Istighfar!

Rina dan Elang berusaha untuk membuka kepalan tangan Lisa, tetapi sahabat Rina itu justru berontak.

Namun, ketika Rina menekan bagian dada Lisa seperti menotok, Lisa akhirnya bicara.

Lisa: Anak ini harus turun, saya enggak mau dia naik, karena dia kotor! Saya tidak mau tempat saya jadi kotor!

Suara Lisa berubah menjadi nenek-nenek dan berbicara dalam bahasa sunda. Itu suara yang sebelumnya merasuki Lisa.

Rina: Aduh!

Ketika Rina hendak berusaha menyembuhkan Lisa, dia menengok ke arah depan.

Rina melihat ada seorang nenek-nenek bertubuh kecil, tapi bungkuk. Hidungnya panjang sekali seperti nenek sihir.

Rina: Kita berhenti dulu deh. Jangan dulu jalan, sebab kita masih dihalangi sosok itu.

Rina: A’, benar gak sih di depan ada sosok nenek-nenek?

Elang: Enggak usah dilihatin, takutnya nanti malah ke elu. Udah istighfar aja. Masalahnya sudah di-notice sama nenek ini enggak boleh naik.

Lisa kemudian muntah air lagi. Lisa tersadar kembali.

Rina: Sa, udah ya enggah usah naik. Soalnya tenaga elu sudah habis di sini. Kita turun, daripada kenapa-kenapa.

Lisa: Enggak, gue tetap mau naik.

Rina: Nanti, jangan naik dulu, kita di sini dulu. Masalahnya kita masih dihalangi. Kita ngemil dulu atau ngapain, sambil fokus. Takutnya kalau kita kehilangan fokus dari Lisa, takutnya kita kebawa keder sama nenek-nenek itu.

Rina: Setahu gue, sosok nenek-nenek bisa bikin kita sesat. Dia itu seperti pesuruh atasan-atasannya.

Mereka lalu berhenti dan mengemil. Mereka juga pusing memikirkan kondisi Lisa, yang disuruh turun tapi Lisa sendiri tidak mau.

Rina bicara kepada kakaknya.

Rina: A’, ya udah kita coba sampai depan lagi.

Elang: Enggak! Udah turun aja!

Tiba-tiba Lisa berlari maju sambil berteriak kepada rombongannya.

Lisa: Gue mau naik! Kalau kalian mau turun, turun aja!

Lisa berteriak sambil menunjuk rekan-rekannya.

Lisa: Gue tahu jalan naik, karena ini tempat gue!

Rina dan rekan lainnya segera paham apa yang terjadi dengan Lisa.

Rina: Aduuuh! Masa iya gue harus nantang dia, harus tarik paksa. Bisa-bisa gue yang dihabisin sama dia. (Dalam hati)

Rina: Tapi gua enggak bisa melihat sosok di dalam Lisa. Tapi gue yakin, itu bukan dia. (Dalam hati)

Lisa lalu jalan. Sementara yang lain mengikuti dan mengawal sampai Pos Panyangcangan. (RH)

---------------------------------------------

A: Kisah ini berdasarkan kisah nyata yang diceritakan di channel YouTube “Prasodjo Muhammad”, yang disadur dengan mengganti nama tokoh dan beberapa bagiannya. 

Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar