Prank Saat Kencing, Bab11 Siksa Dari Gunung


*Siksa Dari Gunung*


Pukul 18.30 WIB Gito dan rekan-rekan sampai di Kandang Badak.

Di pos itu, sudah ada beberapa pendaki lain yang sudah memasang tenda.

Rina: Kita pasang tenda di sini aja kali, ya?

Elang: Enggak usah, tujuan kita ‘kan Surya Kencana. Sebentar lagi.

Rina: Tapi gue capek banget, A’.

Elang: Enggak usah ngeluh, ya begini naik gunung, bersabar.

Mereka pun melanjutkan perjalanan dan sampai di Surya Kencana pukul 20.00 WIB.

Rina menggandeng Lisa karena kaki Lisa sudah kram.

Wahyu: Sudah, biar gue aja yang gendong.

Wahyu: Sultan, bawain tas gue.

Gito: Enggak usah, biar gue aja. Gue dobel.

Wahyu lalu menggendong Lisa.

Mereka kemudian mendapat tempat di tengah Surya Kencana untuk memasang tenda.

Lisa: Rin, gue mau kencing.

Rina: Yuk, gue antar.

Lisa: Enggak mau, gue maunya diantar sama Wahyu.

Rina: Kok Wahyu? Kan dia cowok, kenapa sama dia?

Lisa: Enggak apa-apa. Gue maunya sama dia. Soalnya gue suka sama dia.

Rina: Wah, enggak mungkin nih si Lisa. Setahu gue, Lisa itu enggak demen sama elu, Yu. Yang ada itu elu yang demen sama dia.

Wahyu: Sudah enggak apa-apa, Rin. Kamu ikut juga, biar Lisa mau pergi ke tempat kencing.

Rina: Gue enggak tahu, di mana tempatnya, Bang.

Wahyu: Ada, gue tahu.

Wahyu lalu pergi mencarikan tempat yang baik untuk buang air kecil.

Wahyu: Rin, elu lihatin ada makhluk apa aja di sini, takutnya dikencingin sama dia.

Rina: Aman, Bang, aman. Enggak ada. Cuma ada kunti di pohon sana, tapi enggak apa-apa.

Wahyu: Benar enggak apa-apa pipis di sini?

Rina: Enggak, yang penting kita enggak ganggu dia.

Rina memang melihat keberadaan sosok kuntilanak, tapi ada di atas pohon yang jauh. Kuntilanaknya hanya diam tidak bersuara.

Saat Lisa hendak kencing, dia menyuruh Rina pergi.

Lisa: Rina sana, gue maunya dijagain sama Wahyu.

Rina: Enggak boleh. Kan elu cewek, masak ditungguin sama cowok?

Wahyu pun berbalik membelakangi Lisa.

Setelah Lisa sudah pipis, tiba-tiba dia mencengkeram keras betis Wahyu dari belakang.

Wahyu: Eh eh eh! (Terkejut)

Wahyu: Astaghfirullah, Sa, Sa!

Lisa: Hihihi!

Rina: Lisa!

Rina yang berdiri agak jauh jadi terkejut. Ia cepat berlari datang mendekat.

Wahyu: Rin, gue enggak mungkin lepasin tangan dia, dia posisinya lagi kencing!

Rina lalu menarik tangan Lisa dari betis Wahyu. Cengkeramannya sangat kencang.

Lisa: Hihihi! (Terus tertawa kencang)

Wahyu: Rin, coba elu lihat, dia kemasukan apa!

Rina: Enggak, Bang. Gue enggak lihat apa-apa. Ini benaran dia!

Lisa: Emang enak gue kerjain. Hihihi! (Bicara normal)

Rina dan Wahyu hanya bisa melepaskan napas masygul dan menahan emosi.

Rina: Saaa, kalau ngerjain jangan di tempat kayak gini.

Lisa: Biar enggak tegang. Kan selama ini, dari bawah sampai atas gue melulu yang bikin kalian repot.

Rina: Aduuuh, jangan aja kalau gara-gara bercanda ini elu kenapa-kenapa. (Dalam hati)

Mereka lalu kembali ke tenda. (RH)

Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar