*Siksa Dari Gunung*
Pukul 18.30 WIB Gito
dan rekan-rekan sampai di Kandang Badak.
Di pos itu, sudah ada
beberapa pendaki lain yang sudah memasang tenda.
Rina: Kita pasang
tenda di sini aja kali, ya?
Elang: Enggak usah,
tujuan kita ‘kan Surya Kencana. Sebentar lagi.
Rina: Tapi gue capek
banget, A’.
Elang: Enggak usah
ngeluh, ya begini naik gunung, bersabar.
Mereka pun
melanjutkan perjalanan dan sampai di Surya Kencana pukul 20.00 WIB.
Rina menggandeng Lisa
karena kaki Lisa sudah kram.
Wahyu: Sudah, biar
gue aja yang gendong.
Wahyu: Sultan, bawain
tas gue.
Gito: Enggak usah,
biar gue aja. Gue dobel.
Wahyu lalu
menggendong Lisa.
Mereka kemudian
mendapat tempat di tengah Surya Kencana untuk memasang tenda.
Lisa: Rin, gue mau
kencing.
Rina: Yuk, gue antar.
Lisa: Enggak mau, gue
maunya diantar sama Wahyu.
Rina: Kok Wahyu? Kan
dia cowok, kenapa sama dia?
Lisa: Enggak apa-apa.
Gue maunya sama dia. Soalnya gue suka sama dia.
Rina: Wah, enggak
mungkin nih si Lisa. Setahu gue, Lisa itu enggak demen sama elu, Yu. Yang ada itu
elu yang demen sama dia.
Wahyu: Sudah enggak
apa-apa, Rin. Kamu ikut juga, biar Lisa mau pergi ke tempat kencing.
Rina: Gue enggak
tahu, di mana tempatnya, Bang.
Wahyu: Ada, gue tahu.
Wahyu lalu pergi
mencarikan tempat yang baik untuk buang air kecil.
Wahyu: Rin, elu
lihatin ada makhluk apa aja di sini, takutnya dikencingin sama dia.
Rina: Aman, Bang,
aman. Enggak ada. Cuma ada kunti di pohon sana, tapi enggak apa-apa.
Wahyu: Benar enggak
apa-apa pipis di sini?
Rina: Enggak, yang
penting kita enggak ganggu dia.
Rina memang melihat
keberadaan sosok kuntilanak, tapi ada di atas pohon yang jauh. Kuntilanaknya
hanya diam tidak bersuara.
Saat Lisa hendak kencing,
dia menyuruh Rina pergi.
Lisa: Rina sana, gue
maunya dijagain sama Wahyu.
Rina: Enggak boleh.
Kan elu cewek, masak ditungguin sama cowok?
Wahyu pun berbalik
membelakangi Lisa.
Setelah Lisa sudah
pipis, tiba-tiba dia mencengkeram keras betis Wahyu dari belakang.
Wahyu: Eh eh eh!
(Terkejut)
Wahyu:
Astaghfirullah, Sa, Sa!
Lisa: Hihihi!
Rina: Lisa!
Rina yang berdiri
agak jauh jadi terkejut. Ia cepat berlari datang mendekat.
Wahyu: Rin, gue
enggak mungkin lepasin tangan dia, dia posisinya lagi kencing!
Rina lalu menarik
tangan Lisa dari betis Wahyu. Cengkeramannya sangat kencang.
Lisa: Hihihi! (Terus
tertawa kencang)
Wahyu: Rin, coba elu
lihat, dia kemasukan apa!
Rina: Enggak, Bang.
Gue enggak lihat apa-apa. Ini benaran dia!
Lisa: Emang enak gue
kerjain. Hihihi! (Bicara normal)
Rina dan Wahyu hanya
bisa melepaskan napas masygul dan menahan emosi.
Rina: Saaa, kalau
ngerjain jangan di tempat kayak gini.
Lisa: Biar enggak
tegang. Kan selama ini, dari bawah sampai atas gue melulu yang bikin kalian
repot.
Rina: Aduuuh, jangan
aja kalau gara-gara bercanda ini elu kenapa-kenapa. (Dalam hati)
Mereka lalu kembali ke tenda. (RH)


0 komentar:
Posting Komentar